Hai hai haiKangen dengan blog .....maaf, No Excuse untuk kali ini. Semoga kesibukan selama setahun ke depan bisa membawa perubahan ke arah lebih baik. Saya sedang menikmati proses belajar dan mengajar yang sesungguhnya, setelah sepuluh tahun meninggalkan pendidikan formal, akhirnya kembali kuliah. Kematangan intelektual dan kekayaan pengalaman, membuat belajar jadi sangat menyenangkan. Saya menikmati setiap sesi kuliah, tidak ingin terlepas mencatat setiap kalimat dengan teknologi saat ini, belajar membuat kita benar-benar menjadi kaya. Bertemu dengan teman-teman baru, bahkan kelas saya "Indonesia Banget" deh. Alhamdulillah, sesuatu banget ya...
Seharusnya, banyak yah yang bisa dibagi dalam blog ini. Seperti biasa, kekhasan dunia anak-anak tetap menjadi perhatian Bunda. Kali ini mau cerita tentang si bungsu dan dusta fantasinya. Kenapa disebut dusta ya....mungkin karena orang tua cenderung mudah memberi label kepada anaknya yang berfantasi dengan "iihhh boong yaaa"
Si bungsu (sengaja disebut bungsu, semoga beneran jadi bungsu :) ), anak yang tidak bisa diam, aktif bergerak kesana kemari, hampir tidak mau berjalan karena lebih sering berlari melompat dan gerakan lainnya. mengajaknya tidur siang hanya akan menambah energinya untuk aktif lebih malam. Tidak hanya gerakan, dari bibirnya tidak berhenti keluar celetukan dan cerita-cerita lucu, dengan ekspresinya yang luar biasa. Dua hari lalu, dia mengintip ayahnya yang nonton film Green Lentera, saya kurang memperhatikan, karena kurang suka menghabiskan waktu nonton DVD (mendingan tidur hehehe). Sejak itu, dia merayu saya, dengan gaya uniknya. Si bungsu punya kebiasaan menjadi baby kangooro (suka tidur diatas Bunda)dan mencium ditambah senyum yang penuh arti. " Bunda, aku mau topeng ijo, beliin yaah" Hmmm beli dimana itu? "Ga tau, beliin yah Bundaaa"..Saya hanya tersenyum, karena belum terbayang seperti apa topeng hijau. Esok hari sepulang kerja, si bungsu kembali meminta. Karena saya belum sempat beli, si kakak berinisiatif membuat topeng dari kertas warna hijau. Dan luaaar biasaaaa.....kami mendapati wajah ceria dan mimik lucunya yang begitu gembira dengan topeng kertas ijo sederhana. Keceriaannya menulari kami semua, mendengar celotehan lucunya, karena berubah menjadi si topeng hijau. Betapa sederhananya membahagiakan si bungsu. Dan kegembiraan itu terbawa dalam tidurnya.
Menjelang tidur, saya bercerita pada neneknya. Karena sesuai laporan si bungsu, dia sudah masuk ke Iqro' 2 bersama Lubna, temannya. ketika saya cerita dengan bangganya pada sang Nenek, dia protes....."enggaaa bukan, kata pak Abud, bacanya belum benar, jadi belum Iqra' 2....". dan malam berikutnya, saya baru tahu dari kakak2 nya, kalau yang dimaksud dengan Iqra' 2 adalah dia sekarang punya DUA Iqra' 1. Lalu, saya pun bertanya...."Dek, katanya kemarin sudah Iqra'2 bareng siapa ? nama temannya? dengan mimik lucu dan wajah sumringah dia menyebut nama Lubna (kalau mau dibayangkan, Lu diucapkan dg sedikit memajukan bibir dan Na nya panjang) hmmmmm.....Bunda dan kakak2 membaca sesuatu nie, dari cara dia menyebut nama temannya. Kakak iseng bertanya, Lubna cantik ga? Si bungsu tidak menjawab, hanya memajukan bibirnya dengan senyum dikulum dan berdecak ckckckckckckck.....hihihihi, dan langsung menggigit saya, melarang saya cerita pada siapapun (ga cerita koq Dek, cuma nulis disini)
Apa yang terfikir oleh saya malam ini adalah, materi kuliah yang saya sampaikan ke mahasiswa pagi tadi, tentang multi kecerdasan (multiple intelligence). Cerdas tidak lagi dipahami sebagai kecerdasan kognitif atau juga cerdas karena pintar matematika atau sains. tetapi kecerdasan yang meliputi 8 alasan untuk disebut cerdas. Cerdas logika, cerdas bermusik, cerdas berbahasa, cerdas bergerak. Yang menjadi fokus saya adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik :are control of one's bodily motions and capacity to handle objects skillfully (Howard Gardner). Jika anak mahir mengendalikan sesuatu, bisa bola, alat musik, kuas, alat sulap atau apapun, maka anak itu cerdas secara kinestetik. Dengan multiple intelligence, semua anak berpotensi disebut cerdas, dan inilah cerdas sesunggungnya. Dalam satu literatur disebutkan, cerdas kinestetik, bisa juag terdapat pada seseorang yang tidak bisa diam, aktif bergerak, dan dia berfikir atau belajar dengan cara bergerak. Kalau dulu, anak yang engga bisa diam, masuk kategori anak nakal yah :)Dari pengalaman belajar saya dan menghubungkannya dengan perilaku si bungsu yang tidak bisa diam, dan selalu membuat gerakan ketika berkomunikasi dengan berbagai "dusta fantasinya"....bagi saya....anak2 saya semua cerdas....cerdas yang sesungguhnya....Dan Bundanya juga cerdas, karena kalau berbicara, wajah dan tangan ikut bicara, melengkapi cerita :) Kalau dulu bingung, sekarang menganggap itu bagian dari kecerdasan kinestetik saya hehehehehe.
Salam Bundapreneur deh



